6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak

 


Reformasirakyatindonesia.com - Otak merupakan organ vital yang berperan sebagai pusat kendali seluruh aktivitas tubuh. Dari berpikir, mengingat, merasakan emosi, hingga mengoordinasikan gerakan — semua terjadi berkat kerja otak yang kompleks dan luar biasa.

Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan kognitif otak bisa menurun. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru mempercepat penurunan fungsi otak. Meski terkesan sepele, kebiasaan ini bisa berdampak serius terhadap daya ingat, konsentrasi, bahkan suasana hati.

Melansir dari laman Health, berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari demi menjaga kesehatan otak:

1. Melewatkan Sarapan

Sarapan adalah sumber energi utama bagi otak setelah "puasa" sepanjang malam. Jika diabaikan, kadar glukosa — bahan bakar utama otak — akan menurun. Akibatnya, konsentrasi, daya ingat, dan mood bisa terganggu.
Studi dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa mereka yang rutin sarapan memiliki performa kognitif yang lebih baik dibandingkan yang sering melewatkannya.

2. Konsumsi Gula Tambahan Berlebihan

Minuman manis, makanan olahan, dan cemilan tinggi gula dapat menyebabkan peradangan kronis serta resistensi insulin di otak. Ini berkontribusi pada gangguan memori dan meningkatnya risiko Alzheimer.
Penelitian dalam jurnal Neuroscience (2017) mengaitkan diet tinggi gula dengan penurunan volume otak di area yang berperan penting dalam pembelajaran.

3. Kurang Tidur dan Tidur Tidak Berkualitas

Tidur memberi waktu bagi otak untuk melakukan "pembersihan", memperbaiki sel saraf, dan menyimpan memori. Kurang tidur kronis berdampak pada gangguan fokus, mood swing, bahkan mempercepat timbulnya penyakit neurodegeneratif seperti demensia.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, kurang tidur juga mempercepat penumpukan protein beta-amyloid, penyebab utama Alzheimer.

4. Malas Berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik membuat aliran darah ke otak berkurang, sehingga suplai oksigen dan nutrisi penting terganggu.
British Journal of Sports Medicine mencatat bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak beradaptasi dan memperbaiki dirinya sendiri.

5. Kurang Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang penting untuk fungsi otak dan sistem saraf. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan depresi dan penurunan kognitif.
Sebuah studi dalam Journal of Neurology (2014) menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko demensia 53% lebih tinggi dibanding yang cukup vitamin D.

6. Menggunakan Earphone dengan Volume Tinggi

Sering mendengarkan musik lewat earphone dengan volume tinggi tidak hanya merusak pendengaran, tapi juga berdampak negatif pada otak. Suara keras dapat memicu pelepasan hormon stres (kortisol) yang mengganggu konsentrasi dan merusak sel saraf.
WHO memperkirakan lebih dari 1 miliar anak muda berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan ini.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan otak bukan hanya soal usia, tapi juga kebiasaan sehari-hari. Dengan memperbaiki pola hidup — mulai dari sarapan, tidur cukup, hingga rutin berolahraga — kita bisa mempertahankan fungsi otak lebih lama dan hidup lebih berkualitas.


Posting Komentar untuk "6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak"