Reformasirakyatindonesia.com - Jakarta — Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) terus memperkuat peran strategis tenaga kesehatan lingkungan di berbagai daerah sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Organisasi profesi yang berdiri sejak 1989 ini memandang bahwa isu kesehatan lingkungan — mulai dari air bersih, sanitasi, kualitas udara, hingga pengendalian vektor penyakit — harus menjadi perhatian utama dalam membangun Indonesia yang lebih sehat.
Ketua HAKLI Provinsi DKI Jakarta, Muhadi, MM, menjelaskan bahwa tantangan kesehatan lingkungan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola hidup masyarakat urban.
“Kesehatan lingkungan bukan sekadar teori, tetapi kerja nyata di lapangan. Tenaga kesehatan lingkungan memiliki peran vital untuk mencegah penyakit sejak dari sumbernya, sebelum masyarakat terdampak,” tegasnya.
Tugas Utama Tenaga Kesehatan Lingkungan
HAKLI menekankan lima bidang tugas utama yang harus dipahami masyarakat, agar peran tenaga kesehatan lingkungan semakin dihargai:
1. Pengawasan Air Bersih dan Sanitasi
Tenaga kesehatan lingkungan memastikan fasilitas umum — seperti pasar, rumah makan, sekolah, perumahan padat, hingga rumah susun — memenuhi standar air bersih dan sanitasi layak.
2. Pencegahan Penyebaran Penyakit
Termasuk memantau tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD, malaria, leptospirosis, serta melakukan edukasi pola hidup bersih.
3. Manajemen Limbah Rumah Tangga dan Industri
Mereka terlibat dalam sistem pengelolaan sampah, limbah cair, hingga limbah B3, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.
4. Pengawasan Kualitas Udara
Di tengah padatnya aktivitas kota besar seperti Jakarta, pemantauan kualitas udara menjadi bagian penting upaya menekan penyakit ISPA dan gangguan pernapasan lainnya.
5. Mitigasi Bencana dan Krisis Kesehatan
Dalam kejadian banjir, kebakaran, atau wabah, tenaga kesehatan lingkungan adalah tim pertama yang turun mengecek air bersih, sanitasi darurat, dan keamanan lingkungan.
HAKLI mendorong peningkatan kolaborasi lintas sektor, termasuk media massa. Publik harus mendapatkan informasi yang benar mengenai pentingnya kesehatan lingkungan.
“Apresiasi kami kepada media yang turut menyebarkan edukasi kesehatan. Ini bukan hanya pekerjaan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujar Ketua HAKLI DKI.
Program Edukasi Berkelanjutan
Untuk memperkuat kapasitas dan pengabdian masyarakat, HAKLI menjalankan beberapa program unggulan:
Pelatihan dan sertifikasi tenaga kesehatan lingkungan
Kampanye PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Advokasi kebijakan air bersih dan sanitasi layak
Pendampingan wilayah rawan penyakit berbasis lingkungan
Kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi
Menghadapi Tantangan Kota Besar
Jakarta sebagai megapolitan menuntut tenaga kesehatan lingkungan bekerja lebih cepat dan tepat. Ditambah lagi ancaman perubahan iklim yang memperparah penyebaran penyakit.
HAKLI yakin bahwa peningkatan pemahaman masyarakat akan membuat kerja profesi ini semakin efektif.
“Kesehatan lingkungan adalah investasi. Semakin bersih lingkungan kita, semakin sedikit biaya pengobatan yang dikeluarkan bangsa,” tegas Muhadi.
Melalui edukasi, advokasi, dan kerja lapangan yang konsisten, HAKLI berkomitmen membangun Indonesia Sehat 2030 — di mana setiap warga menikmati lingkungan yang bersih, aman, dan bebas penyakit.
Organisasi ini mengajak publik untuk mendukung setiap upaya perbaikan lingkungan, karena kesehatan masyarakat dimulai dari lingkungan yang sehat.
Red.


Posting Komentar untuk "HAKLI Dorong Peran Tenaga Kesehatan Lingkungan untuk Indonesia Sehat dan Tangguh"